Jumat, 01 Mei 2009

ARTI SEBUAH KEPERAWANAN

''Tiba-tiba yang ku kenal baik berubah menjadi buas, aku pun tak berdaya untuk melawan dan .....akhirnya kesucianku terenggut .. !!! ''
Begitu kutipan dari penggalan pengalaman, sebut saja bunga, yang hancur masa depannya seperti dilansir sebuah harian ibukota. Sedih, pastinya begitu. Betapa tidak, kesucian yang dijaga sejak lama yang hanya akan dipersembahkan kepada lelaki yang sudah sah sebagai suami, kini pecah dalam beberapa saat.
Bunga tak sendiri. Masih banyak bunga-bunga lain yang madunya sudah dihisap oleh kumbang jantan''. Ada yang frustasi, tak sedikit pula yang ''menjual'' diri karena kecewa dengan perlakuan pacar yang tak bertanggung jawab. Seperti yang dialami oleh kembang (21), sebut saja begitu, seorang mahasiswa di kota kembang yang menjadi pramunikmat di sebuah diskotik. Dara yang berasal dari keluarga berada ini mengaku memberikan kegadisannya kepada lelaki yang ia anggap baik dan berjanji menikahinya. ''Karena aku sangat mencintainya, akupun memberikan ''segalanya'' pada dia, karena janjinya akan menikahiku,'' ungkapnya getir.
Tapi apa yang terjadi? Lanjutnya gusar, ''empat tahun hubunganku dengannya sia-sia saja. Apalagi saat kukatakan padanya, bahwa aku tengah ''berbadan'' dua, dia pun tak peduli bahkan menyuruhku menggugurkannya. Akupun menurutinya. '' INIKAH NAMANYA CINTA?''
Berikut itu sepenggalan cerita dan gambaran dari bunga sebut saja begitu tentang bagaimana dia telah kehilangan mahkotanya. (Cerita diatas sebagai studi kasus)

Survei Membuktikan
Sebuah penelitian yang sempat menyentak semua kalangan, dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSC Pusbih). Hasilnya, hampir 97,5% mahasiswi di Yogyakarta sudah kehilangan keperawanannya. Yang lebih mengenaskan lagi, ternyata semua responden mengaku melakukan hubungan seks di luar nikah tanpa paksaan alias dilakukan suka sama suka. NAH LHO ....... !!!!!!!!!!!!!
Kita sudah berkali-kali dikejutkan dengan hasil penelitian serupa. Mulai dari penelitian ''Kumpul Kebo'' tahun 1984 yang lalu, hingga penelitian sejenis yang banyak dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Hasilnya, membuat kita mengelus dada ..... betapa rusaknya generasi muda sekarang.

Kenapa Terjadi ???
Seperti seloroh orang yang pernah menjadi nomor satu di negeri ini, dari mata turun ke hati, dari hati turun ke celana' sungguh sangat mengenaskan dan benar-benar terjadi. Isyarat mata yang penuh makna mendapat sambutan hangat, saling sapa dan berbincang, berlanjut hingga hati menjadi 'klik'. Berpisah membuat makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Di benak yang terbayang hanya si dia, lagi-lagi si dia.
Pertemuan pun berulang kembali dalam tahap mengungkap rasa, 'nembak', begitu istilah gaul kawula muda sekarang. Bahagia rasanya bagi sang dara karena yang ditunggu tibalah saatnya, diapun mengangguk setuju untuk 'jalan bareng' dalam suka dan duka. Ada rindu yang menggebu bila tak bertemu, ada cinta yang bersemayam dalam dada. Bila bersua ada kasih yang terukir dalam diri untuk pujaan hati ....
Sudah bisa ditebak, seperti sebuah iklan, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya penuh dosa ... pegangan bahkan sampai dengan hal yang belum patut untuk dilakukan, seperti pengakuan Bunga dan Kembang tadi di atas. Bila sudah pacaran, istilah gaul jalan bareng, hampa tanpa pegangan, dan maaf ... selanjutnya andapun sudah bisa menebaknya, karena tak pantas untuk diucapkan.
Apakah ada orang yang berpacaran menjaga pandangan??? Apakah ada orang yang berpacaran tanpa ada jalan bareng dan berdua-duaan di tempat yang sepi??? Laki-laki mana yang mau pacaran tanpa pegang sana pegang sini ?????
Ketahuilah, jika kalian mencintai laki-laki dengan jalan yang salah, maka akhirnya pun akan salah, menyesal. Laki-laki seperti itu sebenarnya tidak serius dalam menjalin kasih denganmu. Jika memang serius, tentu ia akan masuk lewat pintu resmi sebagaimana yang di ajarkan oleh agama kita. Kebanyakan mereka mengaku pacaran hanya untuk having fun, maka jangan heran bila meninggalkanmu begitu saja setelah 'madu' dihisap dan mencampakkan dirimu begitu saja.
Apalagi pada Zaman sekarang, berpikir seribu kali - sekali lagi - seribu kali untuk memilih pendamping hidup yang tidak perawan dan mana mau menikah dengan wanita yang sudah 'turun mesin', istilah gaul anak lelaki sekarang. Kalopun lelaki mau menikahi perempuan yang tidak perawan, pernikahan mereka akan ada celah untuk retak alias cacat.
Sementara sekarang sudah banyak remaja putri kehilangan mahkotanya, minimal harga diri. Karena itu, JAGALAH HARGA DIRIMU, KARENA MEKARMU HANYA SEKALI ... !!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar